hey Lika .. do not forget !

Kaulikasdachh@gmail.com

Friday, November 29, 2013

Manusia dan Kegelisahan


Nama               :           Kaulika Shabrina Dachlan
NPM               :           14513782
Kelas               :           1PA02

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

·         Kegelisahan berasal dari kata gelisah (bukan geli-geli basah, yang berarti tidaktenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tenteram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
·         Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak-gerik seseorang dalam situasi tertentu.Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan, Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan (obyektif), kecemasan neorotik dan kecemasan moril.
·         Banyak yang menilai kegelisahan ada macam-macam diantaranya adalah kegelisahan negatif dan positif yang di artikan sebagai berikut :
·                     “Kegelisahan negatif” adalah kegelisahan yang berlebih-lebihan, atau yang melewati batas, yaitu kegelisahan yang berhenti pada titik merasakan kelemahan, di mana orang yang mengalaminya sama sekali tidak bisa melakukan perubahan positif atau langkah-langkah konkret untuk berubah atau mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu kegelisahan dalam ‘menanti-nanti’ sesuatu yang tidak jelas atau tidak ada. Tentu saja hal ini merupakan ancaman bagi eksistensi manusia sebagai kesatuan yang integral.

·                     “Kegelisahan positif” merupakan dasar kehidupan atau sebagai kesadaran yang dapat menjadi spirit dalam memecahkan banyak permasalahan, atau sebagai tanda peringatan, kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap bahaya-bahaya atau hal-hal yang datang secara tiba-tiba dan tak terduga. Ia juga merupakan kekuatan dalam menghadapi kondisi-kondisi baru dan dapat membantu dalam beradaptasi. Singkatnya, ia merupakan faktor penting yang dibutuhkan manusia. Sedangkan “kegelisahan negatif” jelas sangat membahayakan, seperti gula pada darah; ketika ketinggian kadarnya membahayakan kesehatan manusia.
·         Setiap manusia mempunyai harapan yang berbeda-beda. Manusia tanpa adanya harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan itu sendiri. Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan kita.
·         Sebab manusia mempunyai harapan, ada 2 hal yang menyebabkan seseorang memiliki harapan, yaitu :
1. Dorongan Kodrat
Kodrat adalah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terwujud dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, sedih, dan bahagia. Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat, dan hidup bersama dengan manusia lain. Dengan kodrat inilah, manusia memiliki harapan.
2. Dorongan Kebutuhan Hidup
Manusia memiliki kebutuhan hidup, umumnya adalah kebutuhan jasmani dan rohani. Untuk memenuhi kebutuhan itu manusia harus bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan karena kemampuan manusia sangat terbatas baik kemampuan fisik maupun kemampuan berpikirnya.
CONTOH KASUS

Kegelisahan Manusia akan Korupsi Apakah Sudah Hilang ?
BEBERAPA hari setelah Angelina Sondakh ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Bertindak sebagai narasumber pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng K.H. Salahudin Wahid dan Romo Benny Susetyo dari Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI). Topik Agama dan korupsi dipilih karena memang ada kegelisahan manakala kita mencermati hasil survei bahwa di negara-negara yang mayoritas penduduknya tidak peduli Tuhan atau ateis, justru korupsinya sedikit, bahkan hampir tidak ada.
Misalnya Denmark, negeri dengan 70% penduduknya ateis itu malah bersih dari korupsi. China yang 82% penduduknya ateis komunis juga relatif sedikit korupsinya. Sedangkan 99% penduduk Indonesia, yang mengaku beragama, korupsi malah kian marak.
Solusi utama pemberantasan korupsi ada pada penegakan hukum positif kita. Namun, bila orang tidak takut dan menghormati hukum positif ini, ya kita serahkan para koruptor pada hukum Tuhan pada saat mereka meninggal nanti.

TANGGAPAN KASUS
Kegelisahan masyarakat mengenai korupsi belumlah hilang dan malah bertambah. Semakin hari semakin terungkap kasus-kasus korupsi yang terjadi. Hal ini menyebabkan pengharapan masyarakat Indonesia mengenai hilangnya korupsi menjadi menurun bahkan hilang. Namun melihat hukuman yang dijatuhkan kepada para koruptor cukup memuaskan. Dilihat dari hukuman yang diterima Angelina Sondakh. Tetapi kita lihat saja kedepannya apakah korupsi di Indonesia bisa hilang atau tidak. Percayakan kepada KPK.



SUMBER
http://gabriellabcde.blogspot.com/2012/04/hubungan-manusia-dengan-kegelisahan-tgs.html
http://pujilestarii.blogspot.com/2013/01/manusia-dan-kegelisahan-manusia-dan.html
http://joincoffe.wordpress.com/2012/06/05/kegelisahan-manusia-akan-korupsi-apakah-sudah-hilang/

No comments:

Post a Comment