Nama : Kaulika
Shabrina Dachlan
NPM : 14513782
Kelas : 1PA02
MANUSIA DAN KEGELISAHAN
·
Kegelisahan berasal dari kata gelisah
(bukan geli-geli basah, yang berarti tidaktenteram hatinya, selalu merasa
khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal
yang menggambarkan seseorang tidak tenteram hati maupun perbuatannya, merasa
khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam
kecemasan.
·
Kegelisahan hanya dapat diketahui dari
gejala tingkah laku atau gerak-gerik seseorang dalam situasi
tertentu.Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan, Sigmund
Freud ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang
menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan (obyektif), kecemasan neorotik dan
kecemasan moril.
·
Banyak yang menilai kegelisahan ada
macam-macam diantaranya adalah kegelisahan negatif dan positif yang di artikan
sebagai berikut :
·
“Kegelisahan negatif” adalah kegelisahan
yang berlebih-lebihan, atau yang melewati batas, yaitu kegelisahan yang
berhenti pada titik merasakan kelemahan, di mana orang yang mengalaminya sama
sekali tidak bisa melakukan perubahan positif atau langkah-langkah konkret
untuk berubah atau mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu kegelisahan dalam
‘menanti-nanti’ sesuatu yang tidak jelas atau tidak ada. Tentu saja hal ini merupakan
ancaman bagi eksistensi manusia sebagai kesatuan yang integral.
·
“Kegelisahan positif” merupakan dasar
kehidupan atau sebagai kesadaran yang dapat menjadi spirit dalam memecahkan
banyak permasalahan, atau sebagai tanda peringatan, kehati-hatian dan kewaspadaan
terhadap bahaya-bahaya atau hal-hal yang datang secara tiba-tiba dan tak
terduga. Ia juga merupakan kekuatan dalam menghadapi kondisi-kondisi baru dan
dapat membantu dalam beradaptasi. Singkatnya, ia merupakan faktor penting yang
dibutuhkan manusia. Sedangkan “kegelisahan negatif” jelas sangat membahayakan,
seperti gula pada darah; ketika ketinggian kadarnya membahayakan kesehatan
manusia.
·
Setiap manusia mempunyai harapan yang
berbeda-beda. Manusia tanpa adanya harapan berarti manusia itu mati dalam
hidup. Orang yang meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa
pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan,
pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau
tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan itu
sendiri. Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu
terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan
demikian harapan menyangkut masa depan kita.
·
Sebab manusia mempunyai harapan, ada 2
hal yang menyebabkan seseorang memiliki harapan, yaitu :
1. Dorongan Kodrat
Kodrat
adalah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terwujud dalam diri
manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Dorongan kodrat menyebabkan
manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, sedih,
dan bahagia. Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat
pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat, dan hidup
bersama dengan manusia lain. Dengan kodrat inilah, manusia memiliki harapan.
2.
Dorongan Kebutuhan Hidup
Manusia memiliki
kebutuhan hidup, umumnya adalah kebutuhan jasmani dan rohani. Untuk memenuhi
kebutuhan itu manusia harus bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini
disebabkan karena kemampuan manusia sangat terbatas baik kemampuan fisik maupun
kemampuan berpikirnya.
CONTOH
KASUS
Kegelisahan Manusia akan Korupsi Apakah Sudah Hilang
?
BEBERAPA
hari setelah Angelina Sondakh ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan
Korupsi Bertindak sebagai narasumber pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng K.H.
Salahudin Wahid dan Romo Benny Susetyo dari Konferensi Wali Gereja Indonesia
(KWI). Topik Agama dan korupsi dipilih karena memang ada kegelisahan manakala
kita mencermati hasil survei bahwa di negara-negara yang mayoritas penduduknya
tidak peduli Tuhan atau ateis, justru korupsinya sedikit, bahkan hampir tidak
ada.
Misalnya
Denmark, negeri dengan 70% penduduknya ateis itu malah bersih dari korupsi.
China yang 82% penduduknya ateis komunis juga relatif sedikit korupsinya.
Sedangkan 99% penduduk Indonesia, yang mengaku beragama, korupsi malah kian
marak.
Solusi
utama pemberantasan korupsi ada pada penegakan hukum positif kita. Namun, bila
orang tidak takut dan menghormati hukum positif ini, ya kita serahkan para
koruptor pada hukum Tuhan pada saat mereka meninggal nanti.
TANGGAPAN
KASUS
Kegelisahan
masyarakat mengenai korupsi belumlah hilang dan malah bertambah. Semakin hari
semakin terungkap kasus-kasus korupsi yang terjadi. Hal ini menyebabkan
pengharapan masyarakat Indonesia mengenai hilangnya korupsi menjadi menurun
bahkan hilang. Namun melihat hukuman yang dijatuhkan kepada para koruptor cukup
memuaskan. Dilihat dari hukuman yang diterima Angelina Sondakh. Tetapi kita
lihat saja kedepannya apakah korupsi di Indonesia bisa hilang atau tidak.
Percayakan kepada KPK.
SUMBER
http://gabriellabcde.blogspot.com/2012/04/hubungan-manusia-dengan-kegelisahan-tgs.html
http://pujilestarii.blogspot.com/2013/01/manusia-dan-kegelisahan-manusia-dan.html
http://joincoffe.wordpress.com/2012/06/05/kegelisahan-manusia-akan-korupsi-apakah-sudah-hilang/
No comments:
Post a Comment