Nama : Kaulika
Shabrina Dachlan
NPM : 14513782
Kelas : 1PA02
TANGGUNG JAWAB YANG BAIK
·
Tanggung jawab menurut kamus bahasa
indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga
bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah berkewajiban
memikul,menanggung segala sesuatunya,dan menanggung segala akibatnya.
·
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia
akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di
sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan
kewajiban. Tanggung jawab itu bersifat kodrati,artinya sudah menjadi bagian
hidup dari manusia bahwa setiap manusia dibebani dengan tangung jawab. Apabila
di kaji tanggung jawab itu adalah kewajiban yang harus di pikul sebagai akibat
dari perbuatan pihak yang berbuat.
·
Macam-macam jenis tanggung jawab:
1.
Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab terhadap
diri sendiri itu menuntut kesadaran akan diri kita untuk memenuhi kewajiban
sendiri dan mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Apa yang telah
kita lakukan harus menerima resikonya sendiri.
2.
Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
Keluarga merupakan masyarakat
kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya.
Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga
merupakan kesejaterahaan ,keselamatan,pendidikan dan kehidupan. Sebagai anggota
keluarga kita harus saling menjaga nama baik keluarga dengan sikap dan
perbuatan yang kita lakukan di dalam kehidupan bermasyarakat.
3. Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
Pada
hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain karena manusia
kedudukannya sebagai makhluk sosial yang membutuhkan manusia lain maka kita
harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Berinteraksi didalam suatu
kehidupan masyarakat sangat dibutuhkan karena itu bisa membuat kita saling
mengenal satu dengan yang lainnya.
4.
Tanggung Jawab Kepada Bangsa / Negara
Suatu
kenyataan lagi bahwa tiap manusia, tiap individu adalah suatu warga negara.
Dalam berpikir, berbuat, bertindak, dan bertingkah laku manusia terikat oleh
norma-norma yang di buat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya
sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah maka ia harus bertanggung jawab
kepada Negara atas apa yang telah ia perbuat. Kita harus menjaga nama baik
bangsa dan negara kita sendiri dengan prestasi-prestasi anak bangsa.
5. Tanggung Jawab Terhadap Tuhan
Tuhan
menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk
mengisi kehidupan manusia agar tanggung jawab langsung terhadap tuhan. Sehingga
tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman tuhan yang dituangkan
dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam jenis agama. Menerima hukuman
di akhirat nanti atas apa yang telah kita lakukan selama hidup didunia ini.
CONTOH
KASUS
Belajar dari Ari Wibowo: Berani Berbuat Berani
Bertanggung Jawab
Berani
berbuat, berani bertanggung jawab. Itulah pelajaran pokok yang dapat kita ambil
dari kasus tertabraknya seorang kakek berusia 80 tahun, yang bernama Tjarmadi,
oleh Motor Gede yang dikemudikan Ari Wibowo di depan STM Penerbangan, Jalan
Wolter Monginsidi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (10/6/2013) siang.
Ari
Wibowo yang pada awalnya diduga menjadi tersangka penabrakan itu, setelah
ditemukan bukti kunci melalui kamera CCTV, kini statusnya kemungkinan berubah
menjadi korban. Menurut pihak kepolisian, justru kakek Tjarmadi-lah yang tidak
hati-hati dalam menyeberang. Demikian kabar yang penulis peroleh dari berbagai
berita di tayangan televisi baru-baru ini.
Terlepas
nantinya Ari sebagai tersangka atau korban, namun penulis mengacungkan 10 jari
buat Ari Wibowo yang bersikap kesatria, ia sangat bertanggung jawab terhadap
segala biaya perawatan korban selama di rumah sakit, biaya makan keluarga
Tjarmadi selama di Jakarta, biaya keluarganya yang berangkat dari Pemalang
Jateng ke Jakarta, biaya pemakaman
almarhum, sampai Ari bersedia untuk menjadi orangtua asuh bagi anak Tjarmadi,
Ari berjanji akan menyekolahkannya sampai tingkat SMA. Sebuah sikap terpuji
yang layak untuk dipuji dan ditiru. Tidak banyak artis atau publik pigur yang
berbuat seperti Ari. Meski ada juga beberapa pihak yang menuding Ari tebar
pesona saja dan melakukan ‘suap’ terhadap keluarga korban. Padahal ia sendiri
menyatakan bahwa yang ia lakukan bukan ‘suap’, itu murni tanggung jawabnya sebagai
orang yang telah menabrak Tjarmadi (Alm.).
Coba
kita bandingkan dengan beberapa kasus yang pernah terjadi sebelumnya. Masih segar dalam ingatan kita beberapa waktu
yang lalu tentang kejadian tertabraknya beberapa orang sampai tewas di Tugu
Tani Jakarta oleh seorang perempuan yang sedang mengemudikan mobil xenia dalam
keadaan ‘mabuk’. Sepertinya sang penabrak kurang begitu bertanggung jawab
terhadap para korban. Terkesan angin lalu saja. Lalu seorang model yang lagi
“stress” menabrak beberapa orang, termasuk seorang polantas pun ditabraknya,
lagi-lagi di Jakarta dan si penabrak kelihatannya tidak memperdulikan para
korbannya. Atau juga kabar teranyar seorang supir taxi yang tidak bertanggung
jawab padahal ia telah menabrak mobil milik Jein Salimar dan sebuah sepeda
motor.
Tidak
sedikit pula beberapa contoh kejadian lain, seperti seorang supir truk atau bis
yang menabrak orang, sepeda motor, mobil, warung atau rumah, lalu setelah
menabrak ia lari dari tanggung jawab alias ‘ngacir’ kabur. Terkadang karena kaburnya
tidak ‘lihai’, ia tertangkap oleh massa dan menjadi bulan-bulanan massa yang
bertindak main hakim sendiri.
Para
pembaca, dalam hidup ini memang banyak sekali kejadian-kejadian yang menuntut
seseorang harus berani berbuat dan berani pula bertanggung jawab. Setiap orang
yang berbuat tidak sepatutnya melempar tanggung jawab pada orang lain. Lempar
batu sembunyi tangan. Ia yang berbuat, eh malah orang lain yang menjadi korban
‘fitnah’-nya yang harus bertanggung jawab. Semoga kita terhindar dari sifat demikian.
TANGGAPAN
KASUS
Dari
kasus tersebut, kita bisa belajar untuk bertanggung jawab terhadap orang lain,
tetapi sebelumnya kita harus bertanggung jawab terhadap diri sendiri dahulu.
Untuk kasus tersebut, kita harus bertanggung jawab kepada korban. Sebisa
mungkin mengurus korban. Jangan malah lempar batu sembunyi tangan, kita yang
berbuat tetapi malah memfitnah orang lain. Bertanggung jawab sudah sepatutnya
diajarkan sejak usia dini, diajarkan melalui hal-hal sederhana.
SUMBER
http://tugas-untuk-kuliah.blogspot.com/2012/05/pengertian-tanggung-jawab.html
http://sosbud.kompasiana.com/2013/06/14/belajar-dari-ari-wibowo-berani-berbuat-berani-bertanggung-jawab-568823.html
No comments:
Post a Comment