hey Lika .. do not forget !

Kaulikasdachh@gmail.com

Friday, November 29, 2013

Tanggung Jawab yang Baik


Nama               :           Kaulika Shabrina Dachlan
NPM               :           14513782
Kelas               :           1PA02

TANGGUNG JAWAB YANG BAIK
·                Tanggung jawab menurut kamus bahasa indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah berkewajiban memikul,menanggung segala sesuatunya,dan menanggung segala akibatnya.
·                Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban. Tanggung jawab itu bersifat kodrati,artinya sudah menjadi bagian hidup dari manusia bahwa setiap manusia dibebani dengan tangung jawab. Apabila di kaji tanggung jawab itu adalah kewajiban yang harus di pikul sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat.
·                Macam-macam jenis tanggung jawab:
1. Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri itu menuntut kesadaran akan diri kita untuk memenuhi kewajiban sendiri dan mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Apa yang telah kita lakukan harus menerima resikonya sendiri.
2. Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejaterahaan ,keselamatan,pendidikan dan kehidupan. Sebagai anggota keluarga kita harus saling menjaga nama baik keluarga dengan sikap dan perbuatan yang kita lakukan di dalam kehidupan bermasyarakat.

 3. Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain karena manusia kedudukannya sebagai makhluk sosial yang membutuhkan manusia lain maka kita harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Berinteraksi didalam suatu kehidupan masyarakat sangat dibutuhkan karena itu bisa membuat kita saling mengenal satu dengan yang lainnya.
4. Tanggung Jawab Kepada Bangsa / Negara
Suatu kenyataan lagi bahwa tiap manusia, tiap individu adalah suatu warga negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, dan bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma yang di buat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara atas apa yang telah ia perbuat. Kita harus menjaga nama baik bangsa dan negara kita sendiri dengan prestasi-prestasi anak bangsa.
 5. Tanggung Jawab Terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupan manusia agar tanggung jawab langsung terhadap tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam jenis agama. Menerima hukuman di akhirat nanti atas apa yang telah kita lakukan selama hidup didunia ini.








CONTOH KASUS
Belajar dari Ari Wibowo: Berani Berbuat Berani Bertanggung Jawab
Berani berbuat, berani bertanggung jawab. Itulah pelajaran pokok yang dapat kita ambil dari kasus tertabraknya seorang kakek berusia 80 tahun, yang bernama Tjarmadi, oleh Motor Gede yang dikemudikan Ari Wibowo di depan STM Penerbangan, Jalan Wolter Monginsidi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (10/6/2013) siang.
Ari Wibowo yang pada awalnya diduga menjadi tersangka penabrakan itu, setelah ditemukan bukti kunci melalui kamera CCTV, kini statusnya kemungkinan berubah menjadi korban. Menurut pihak kepolisian, justru kakek Tjarmadi-lah yang tidak hati-hati dalam menyeberang. Demikian kabar yang penulis peroleh dari berbagai berita di tayangan televisi baru-baru ini.
Terlepas nantinya Ari sebagai tersangka atau korban, namun penulis mengacungkan 10 jari buat Ari Wibowo yang bersikap kesatria, ia sangat bertanggung jawab terhadap segala biaya perawatan korban selama di rumah sakit, biaya makan keluarga Tjarmadi selama di Jakarta, biaya keluarganya yang berangkat dari Pemalang Jateng  ke Jakarta, biaya pemakaman almarhum, sampai Ari bersedia untuk menjadi orangtua asuh bagi anak Tjarmadi, Ari berjanji akan menyekolahkannya sampai tingkat SMA. Sebuah sikap terpuji yang layak untuk dipuji dan ditiru. Tidak banyak artis atau publik pigur yang berbuat seperti Ari. Meski ada juga beberapa pihak yang menuding Ari tebar pesona saja dan melakukan ‘suap’ terhadap keluarga korban. Padahal ia sendiri menyatakan bahwa yang ia lakukan bukan ‘suap’, itu murni tanggung jawabnya sebagai orang yang telah menabrak Tjarmadi (Alm.).
Coba kita bandingkan dengan beberapa kasus yang pernah terjadi sebelumnya.  Masih segar dalam ingatan kita beberapa waktu yang lalu tentang kejadian tertabraknya beberapa orang sampai tewas di Tugu Tani Jakarta oleh seorang perempuan yang sedang mengemudikan mobil xenia dalam keadaan ‘mabuk’. Sepertinya sang penabrak kurang begitu bertanggung jawab terhadap para korban. Terkesan angin lalu saja. Lalu seorang model yang lagi “stress” menabrak beberapa orang, termasuk seorang polantas pun ditabraknya, lagi-lagi di Jakarta dan si penabrak kelihatannya tidak memperdulikan para korbannya. Atau juga kabar teranyar seorang supir taxi yang tidak bertanggung jawab padahal ia telah menabrak mobil milik Jein Salimar dan sebuah sepeda motor.
Tidak sedikit pula beberapa contoh kejadian lain, seperti seorang supir truk atau bis yang menabrak orang, sepeda motor, mobil, warung atau rumah, lalu setelah menabrak ia lari dari tanggung jawab alias ‘ngacir’ kabur. Terkadang karena kaburnya tidak ‘lihai’, ia tertangkap oleh massa dan menjadi bulan-bulanan massa yang bertindak main hakim sendiri.
Para pembaca, dalam hidup ini memang banyak sekali kejadian-kejadian yang menuntut seseorang harus berani berbuat dan berani pula bertanggung jawab. Setiap orang yang berbuat tidak sepatutnya melempar tanggung jawab pada orang lain. Lempar batu sembunyi tangan. Ia yang berbuat, eh malah orang lain yang menjadi korban ‘fitnah’-nya yang harus bertanggung jawab. Semoga kita terhindar dari sifat demikian.


TANGGAPAN KASUS
Dari kasus tersebut, kita bisa belajar untuk bertanggung jawab terhadap orang lain, tetapi sebelumnya kita harus bertanggung jawab terhadap diri sendiri dahulu. Untuk kasus tersebut, kita harus bertanggung jawab kepada korban. Sebisa mungkin mengurus korban. Jangan malah lempar batu sembunyi tangan, kita yang berbuat tetapi malah memfitnah orang lain. Bertanggung jawab sudah sepatutnya diajarkan sejak usia dini, diajarkan melalui hal-hal sederhana.

SUMBER
http://tugas-untuk-kuliah.blogspot.com/2012/05/pengertian-tanggung-jawab.html
http://sosbud.kompasiana.com/2013/06/14/belajar-dari-ari-wibowo-berani-berbuat-berani-bertanggung-jawab-568823.html



No comments:

Post a Comment