hey Lika .. do not forget !

Kaulikasdachh@gmail.com

Friday, November 29, 2013

Ideologi dan Cara Berpandangan Hidup yang Baik


Nama               :           Kaulika Shabrina Dachlan
NPM               :           14513782
Kelas               :           1PA02

IDEOLOGI DAN CARA BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK

·         Kata ideologi pertama kali dikumandangkan oleh Antoine Destutt de Tracy (1754-1836) yang hidup pada masa revolusi Perancis. Secara etimologis, ideologi berasal dari kata idea (ide,gagasan) dan ology(logos,ilmu).
·         Ideologi adalah seperangkat prinsip-prinsip yang dijadikan dasar untuk memberikan arah dan tujuan yang ingin dicapai dalam melangsungkan dan mengembangkan kehidupan nasional suatu bangsa dan negara.
·         Ideologi dibagi menjadi dua, yaitu ideology terbuka dan tertutup.
a. Ideologi terbuka adalah merupakan suatu pemikiran yang terbuka.
1. Merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.
2. Berupa nilai-nilai dan cita-cita yang berasal dari dalam masyarakat sendiri.
3. Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat.
4. Bersifat dinamis dan reformis.
5. Ciri khas ideologi terbuka adalah cita-cita dasar yang ingin diwujudkan masyarakat bukan berasal dar luar masyarakat atau dipaksakan dari elit penguasa tertentup.
6. Terbuka kepada perubahan-perubahan yang datang dari luar, tetapi memiliki kebebasan dan integritas untuk menentukan manakah nilai-nilai dari luar yang mempengaruhi dan mengubah nilai-nilai dasar yang selama ini sudah ada dan manakah yang tidak boleh berubah.
b. Ideologi tertutup adalah  ajaran atau pandangan dunia atau filsafat yang menentukan tujuan-tujuan dan norma-norma politik dan sosial, yang dinyatakan sebagai kebenaran yang tidak boleh dipersoalkan lagi, melainkan harus dipatuhi.
1.    Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.
2.   Bukan berupa nilai dan cita-cita.
3.   Kepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku.
4.   Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak.
·         Sudah seharusnya kita mempunyai langkah-langkah berpandangan hidup. Karena hanya dengan mempunyai langkah-langkah itulah kita dapat memperlakukan pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Adapun langkah-langkah itu sebagai berikut :
(1) Mengenal, mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam jal ini mengenal apa itu pandangan hidup. Tentunya kita yakin dan sadar bahwa setiap manusia itu pasti mempunyai pandangan hidup, maka kita dapat memastikan bahwa pandangan hidup itu ada sejak manusia itu ada, dan bahkan hidup itu ada sebelum manusia itu belum turun ke dunia.
(2) Mengerti, tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti. Mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bemegara kita berpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bemegara. Begitu juga bagai yang berpandangan hidup pada agama Islam. Hendaknya kita mengerti apa itu Al-Qur'an, Hadist dan ijmak itu dan bagaimana ketiganya itu mengatur kehidupan baik di dunia maupun di akherat.
(3) Menghayati, langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandangan hidup itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hdiup itu sendiri. Menghayati disini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya, yaitu dengan memperluas dan mernperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri. Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam rangka menghayati ini, menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan pandangan hidup, bertanya kepada orang yang dianggap lebih tahu dan lebih berpengalaman mengenai isi pandangan hidup itu atau mengenai pandangan hidup itu sendiri. Jadi dengan menghayati pandangan hidup kita akan memperoleh mengenai kebenaran tentang pandangan hidup itu sendiri.
(4) Meyakini, setelah mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan, maupun ditinjau dari segi kemasyarakatan maupun negara dan dari kehidupan di akherat, maka hendaknya kita meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini ini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.
(5) Mengabdi, pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaalnya. Sedangkan perwujudan manfaat mengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri. Dan manfaat itu sendiri bisa terwujud di masa masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di alam akherat.
(6) Mengamankan, mungkin sudah merupakan sifat manusia bahwa bila sudah mengabdikan din pada suatu pandangan hidup lalu ada orang lain yang mengganggu dan atau mayalahkannya tentu dia tidak menerima dan bahkan cendemng untuk mengadakan perlawanan. Hal ini karena kemungkinan merasakan bahwa dalam berpandangan hidup itu dia telah mengikuti langkah-langkah sebelumnya dan langkah-langkah yang ditempuhnya itu telah dibuktikan kebenarannya sehingga akibatnya bila ada orang lain yang mengganggunya maka dia pasti akan mengadakan suatu respon entah respon itu berwujud tindakan atau lainnya.





CONTOH KASUS

Hakim Gagal Damaikan Tamara-Michael
PASAR MINGGU (Pos Kota) – Hakim mediator Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Matheus Samiaji, gagal menyarankan damai kemelut rumah tangga pasangan selebriti, Tamara Blezynsky dengan Michael Goerge William Lewis. “Mereka saling bersikeras untuk melanjutkan perceraian,” kata Matheus Samiaji, usai melakukan mediasi gugatan cerai diajukan Tamara Blezynsky, Kamis (3/5/2012).
Meski hakim mediator telah memanggil agar para prinsipalnya baik Tamara maupun Lewis hadir saat mediasi. Namun, keduanya tak hadir dan hanya mewakilkan kedua penasihat hukumnya. Pihak Tamara diwakili oleh pengacara Arief Permono dan pihak Lewis diwakili oleh pengacara Erfin Lubis.
Menurut Samiaji, dengan gagalnya mediasi maka perkaranya dikembalikan pada majelis hakim pimpinan Haryono guna melanjutkan pemeriksaan materi pokok perkara gugatan. Namun, sidang perceraian tertutup untuk pengunjung sidang. Menurut informasi, alasan gugatan cerai, katanya soal perselihan perbedaan pandangan hidup. Selain itu adanya komunikasi kurang baik.
Pasangan selebriti ini melangsungkan pernikahan di Canada, September 2009 dan perkawinan itu terdaftar di catatan sipil Jakarta, 21 Juli 2010. Dari perkawinan ini, diberikan satu keturunan anak laki-laki bernama Kenzou Lion Blezynsky Lewis, 22 Desember 2010.

TANGGAPAN KASUS
Ideologi atau pandangan hidup adalah suatu hal yang dasar dan setiap orang memiliki pandangan hidup yang berbeda-beda satu sama lain. Kasus perceraian yang dikarenakan adanya perbedaan pandangan hidup banyak terjadi, itu dikarenakan suami-istri tidak bisa menyelesaikan perbedaan pandangan hidup tersebut diantara mereka dengan kepala dingin. Perbedaan pandangan hidup sudahlah sangat biasa terjadi, tetapi apabila kita tidak menyelesaikannya dengan kepala dingin maka terjadi perselisihan.

SUMBER
http://www.febri-sky.net/2012/04/pengertian-ideologi-dan-jenis-jenisnya.html
http://ratihseptiaryani.blogspot.com/2010/03/bab-8-manusia-dan-pandangan-hidup.html
http://www.poskotanews.com/2012/05/03/hakim-gagal-damaikan-tamara-michael/

Tanggung Jawab yang Baik


Nama               :           Kaulika Shabrina Dachlan
NPM               :           14513782
Kelas               :           1PA02

TANGGUNG JAWAB YANG BAIK
·                Tanggung jawab menurut kamus bahasa indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah berkewajiban memikul,menanggung segala sesuatunya,dan menanggung segala akibatnya.
·                Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban. Tanggung jawab itu bersifat kodrati,artinya sudah menjadi bagian hidup dari manusia bahwa setiap manusia dibebani dengan tangung jawab. Apabila di kaji tanggung jawab itu adalah kewajiban yang harus di pikul sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat.
·                Macam-macam jenis tanggung jawab:
1. Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri itu menuntut kesadaran akan diri kita untuk memenuhi kewajiban sendiri dan mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Apa yang telah kita lakukan harus menerima resikonya sendiri.
2. Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejaterahaan ,keselamatan,pendidikan dan kehidupan. Sebagai anggota keluarga kita harus saling menjaga nama baik keluarga dengan sikap dan perbuatan yang kita lakukan di dalam kehidupan bermasyarakat.

 3. Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain karena manusia kedudukannya sebagai makhluk sosial yang membutuhkan manusia lain maka kita harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Berinteraksi didalam suatu kehidupan masyarakat sangat dibutuhkan karena itu bisa membuat kita saling mengenal satu dengan yang lainnya.
4. Tanggung Jawab Kepada Bangsa / Negara
Suatu kenyataan lagi bahwa tiap manusia, tiap individu adalah suatu warga negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, dan bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma yang di buat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara atas apa yang telah ia perbuat. Kita harus menjaga nama baik bangsa dan negara kita sendiri dengan prestasi-prestasi anak bangsa.
 5. Tanggung Jawab Terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupan manusia agar tanggung jawab langsung terhadap tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam jenis agama. Menerima hukuman di akhirat nanti atas apa yang telah kita lakukan selama hidup didunia ini.








CONTOH KASUS
Belajar dari Ari Wibowo: Berani Berbuat Berani Bertanggung Jawab
Berani berbuat, berani bertanggung jawab. Itulah pelajaran pokok yang dapat kita ambil dari kasus tertabraknya seorang kakek berusia 80 tahun, yang bernama Tjarmadi, oleh Motor Gede yang dikemudikan Ari Wibowo di depan STM Penerbangan, Jalan Wolter Monginsidi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (10/6/2013) siang.
Ari Wibowo yang pada awalnya diduga menjadi tersangka penabrakan itu, setelah ditemukan bukti kunci melalui kamera CCTV, kini statusnya kemungkinan berubah menjadi korban. Menurut pihak kepolisian, justru kakek Tjarmadi-lah yang tidak hati-hati dalam menyeberang. Demikian kabar yang penulis peroleh dari berbagai berita di tayangan televisi baru-baru ini.
Terlepas nantinya Ari sebagai tersangka atau korban, namun penulis mengacungkan 10 jari buat Ari Wibowo yang bersikap kesatria, ia sangat bertanggung jawab terhadap segala biaya perawatan korban selama di rumah sakit, biaya makan keluarga Tjarmadi selama di Jakarta, biaya keluarganya yang berangkat dari Pemalang Jateng  ke Jakarta, biaya pemakaman almarhum, sampai Ari bersedia untuk menjadi orangtua asuh bagi anak Tjarmadi, Ari berjanji akan menyekolahkannya sampai tingkat SMA. Sebuah sikap terpuji yang layak untuk dipuji dan ditiru. Tidak banyak artis atau publik pigur yang berbuat seperti Ari. Meski ada juga beberapa pihak yang menuding Ari tebar pesona saja dan melakukan ‘suap’ terhadap keluarga korban. Padahal ia sendiri menyatakan bahwa yang ia lakukan bukan ‘suap’, itu murni tanggung jawabnya sebagai orang yang telah menabrak Tjarmadi (Alm.).
Coba kita bandingkan dengan beberapa kasus yang pernah terjadi sebelumnya.  Masih segar dalam ingatan kita beberapa waktu yang lalu tentang kejadian tertabraknya beberapa orang sampai tewas di Tugu Tani Jakarta oleh seorang perempuan yang sedang mengemudikan mobil xenia dalam keadaan ‘mabuk’. Sepertinya sang penabrak kurang begitu bertanggung jawab terhadap para korban. Terkesan angin lalu saja. Lalu seorang model yang lagi “stress” menabrak beberapa orang, termasuk seorang polantas pun ditabraknya, lagi-lagi di Jakarta dan si penabrak kelihatannya tidak memperdulikan para korbannya. Atau juga kabar teranyar seorang supir taxi yang tidak bertanggung jawab padahal ia telah menabrak mobil milik Jein Salimar dan sebuah sepeda motor.
Tidak sedikit pula beberapa contoh kejadian lain, seperti seorang supir truk atau bis yang menabrak orang, sepeda motor, mobil, warung atau rumah, lalu setelah menabrak ia lari dari tanggung jawab alias ‘ngacir’ kabur. Terkadang karena kaburnya tidak ‘lihai’, ia tertangkap oleh massa dan menjadi bulan-bulanan massa yang bertindak main hakim sendiri.
Para pembaca, dalam hidup ini memang banyak sekali kejadian-kejadian yang menuntut seseorang harus berani berbuat dan berani pula bertanggung jawab. Setiap orang yang berbuat tidak sepatutnya melempar tanggung jawab pada orang lain. Lempar batu sembunyi tangan. Ia yang berbuat, eh malah orang lain yang menjadi korban ‘fitnah’-nya yang harus bertanggung jawab. Semoga kita terhindar dari sifat demikian.


TANGGAPAN KASUS
Dari kasus tersebut, kita bisa belajar untuk bertanggung jawab terhadap orang lain, tetapi sebelumnya kita harus bertanggung jawab terhadap diri sendiri dahulu. Untuk kasus tersebut, kita harus bertanggung jawab kepada korban. Sebisa mungkin mengurus korban. Jangan malah lempar batu sembunyi tangan, kita yang berbuat tetapi malah memfitnah orang lain. Bertanggung jawab sudah sepatutnya diajarkan sejak usia dini, diajarkan melalui hal-hal sederhana.

SUMBER
http://tugas-untuk-kuliah.blogspot.com/2012/05/pengertian-tanggung-jawab.html
http://sosbud.kompasiana.com/2013/06/14/belajar-dari-ari-wibowo-berani-berbuat-berani-bertanggung-jawab-568823.html



Manusia dan Kegelisahan


Nama               :           Kaulika Shabrina Dachlan
NPM               :           14513782
Kelas               :           1PA02

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

·         Kegelisahan berasal dari kata gelisah (bukan geli-geli basah, yang berarti tidaktenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tenteram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
·         Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak-gerik seseorang dalam situasi tertentu.Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan, Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan (obyektif), kecemasan neorotik dan kecemasan moril.
·         Banyak yang menilai kegelisahan ada macam-macam diantaranya adalah kegelisahan negatif dan positif yang di artikan sebagai berikut :
·                     “Kegelisahan negatif” adalah kegelisahan yang berlebih-lebihan, atau yang melewati batas, yaitu kegelisahan yang berhenti pada titik merasakan kelemahan, di mana orang yang mengalaminya sama sekali tidak bisa melakukan perubahan positif atau langkah-langkah konkret untuk berubah atau mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu kegelisahan dalam ‘menanti-nanti’ sesuatu yang tidak jelas atau tidak ada. Tentu saja hal ini merupakan ancaman bagi eksistensi manusia sebagai kesatuan yang integral.

·                     “Kegelisahan positif” merupakan dasar kehidupan atau sebagai kesadaran yang dapat menjadi spirit dalam memecahkan banyak permasalahan, atau sebagai tanda peringatan, kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap bahaya-bahaya atau hal-hal yang datang secara tiba-tiba dan tak terduga. Ia juga merupakan kekuatan dalam menghadapi kondisi-kondisi baru dan dapat membantu dalam beradaptasi. Singkatnya, ia merupakan faktor penting yang dibutuhkan manusia. Sedangkan “kegelisahan negatif” jelas sangat membahayakan, seperti gula pada darah; ketika ketinggian kadarnya membahayakan kesehatan manusia.
·         Setiap manusia mempunyai harapan yang berbeda-beda. Manusia tanpa adanya harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan itu sendiri. Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan kita.
·         Sebab manusia mempunyai harapan, ada 2 hal yang menyebabkan seseorang memiliki harapan, yaitu :
1. Dorongan Kodrat
Kodrat adalah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terwujud dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, sedih, dan bahagia. Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat, dan hidup bersama dengan manusia lain. Dengan kodrat inilah, manusia memiliki harapan.
2. Dorongan Kebutuhan Hidup
Manusia memiliki kebutuhan hidup, umumnya adalah kebutuhan jasmani dan rohani. Untuk memenuhi kebutuhan itu manusia harus bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan karena kemampuan manusia sangat terbatas baik kemampuan fisik maupun kemampuan berpikirnya.
CONTOH KASUS

Kegelisahan Manusia akan Korupsi Apakah Sudah Hilang ?
BEBERAPA hari setelah Angelina Sondakh ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Bertindak sebagai narasumber pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng K.H. Salahudin Wahid dan Romo Benny Susetyo dari Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI). Topik Agama dan korupsi dipilih karena memang ada kegelisahan manakala kita mencermati hasil survei bahwa di negara-negara yang mayoritas penduduknya tidak peduli Tuhan atau ateis, justru korupsinya sedikit, bahkan hampir tidak ada.
Misalnya Denmark, negeri dengan 70% penduduknya ateis itu malah bersih dari korupsi. China yang 82% penduduknya ateis komunis juga relatif sedikit korupsinya. Sedangkan 99% penduduk Indonesia, yang mengaku beragama, korupsi malah kian marak.
Solusi utama pemberantasan korupsi ada pada penegakan hukum positif kita. Namun, bila orang tidak takut dan menghormati hukum positif ini, ya kita serahkan para koruptor pada hukum Tuhan pada saat mereka meninggal nanti.

TANGGAPAN KASUS
Kegelisahan masyarakat mengenai korupsi belumlah hilang dan malah bertambah. Semakin hari semakin terungkap kasus-kasus korupsi yang terjadi. Hal ini menyebabkan pengharapan masyarakat Indonesia mengenai hilangnya korupsi menjadi menurun bahkan hilang. Namun melihat hukuman yang dijatuhkan kepada para koruptor cukup memuaskan. Dilihat dari hukuman yang diterima Angelina Sondakh. Tetapi kita lihat saja kedepannya apakah korupsi di Indonesia bisa hilang atau tidak. Percayakan kepada KPK.



SUMBER
http://gabriellabcde.blogspot.com/2012/04/hubungan-manusia-dengan-kegelisahan-tgs.html
http://pujilestarii.blogspot.com/2013/01/manusia-dan-kegelisahan-manusia-dan.html
http://joincoffe.wordpress.com/2012/06/05/kegelisahan-manusia-akan-korupsi-apakah-sudah-hilang/