Disusun Oleh Kelompok 5:
A. A. Andini Isma 10513814
Kaulika Shabrina D. 14513782
Luna Athina F. B 19513690
Noer Keila Tial Lovelya 16513482
Reyhan Awaludin Z. 17513472
Analisis antara tes IQ Manual dan
berbasis komputer
Intelligence Quotient (IQ) merupakan istilah
berdasarkan pengelompokkan kecerdasan manusia yang populer diperkenalkan oleh
Alferd Binet, seorang ahli psikologi dari Perancis pada awal abad ke-20. Test
IQ kemudian dibakukan oleh Lewis Ternman dengan bantuan Binet dalam
mengembangkan norma populasi. Sehingga tes IQ populer dengan istilah test
Stanford-Binet (Agus, 2009).
Kemampuan kecerdasan individu untuk mengukur tingkat
IQ (Intellegent Quotient) sangat digemari, terutama bagi yang ingin masuk
bekerja atau masuk sekolah. Hal ini dilakukan karna kemampuan IQ manusia yang
berbeda beda pada tingkatannya.
Tes IQ yang biasa dilakukan adalah secara manual
yang biasanya membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk mengetahui hasil IQ,
selain itu banyak peserta tes sulit memahami untuk menghitung hasil tes IQ
karena cukup rumit. Pelayanan tentang test IQ kini mulai berkembang seiring
semakin meningkatnya tekhnologi. Tes intelegensi kini bukan hanya dilakukan
secara manual tetapi dapat pula dilakukan secara teknologi komputer. Tes IQ
secara manual dianggap kurang efisien sehingga perlu diterapkan suatu system
informasi berbasis mobile untuk membantu melatih kinerja otak yang lebih
efektif dan efisien dan bias digunakan dimana saja.
Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah
penelitian yang dilakukan oleh Kurnianingsih (2009) yang berjudul “Aplikasi Tes
IQ menggunakan Teknologi Mobile menggunakan Waterfall Model sebagai metode
pengembangan sistemnya”. Hasil dari penelitian ini adalah menghasilkan kuro IQ
yang dapat berperan pada emulator Eclipse dengan target AVD Android 2. Éclair dan
pada smartphone Android dengan operating sistem android 2.3 Gingerbrad. Kuro IG
memudahkan penggunaan untuk mengetahui tingkat kecerdasan tanpa harus melakukan
tes tertulis. Tujuan dari penelitian tersebut adalah pengoptimalan pelaksanaan
tes IQ dari yang dulunya lebih lambat karena bersifat konvensional menjadi
lebih terkomputerisasi.
Tes IQ yang dilakukan secara manual
Test IQ yang banyak dilakukan secara tertulis atau
manual. Tes ini juga dilakukan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang
berkaitan dengan tingkat kecerdasan individu. Untuk melihat hasil testnya pun
masih memerlukan waktu, setidaknya beberapa hari kedepan. Artinya bahwa kita
tidak bias langsung mengetahui beberapa hasil tes IQ yang kita peroleh, karena
masih akan diperiksa oleh tester. Untuk kemudian diumumkan hasil tesnya dalam
selembar amplop tertutup.
Tes IQ berbasis Komputer
System ini dapat memudahkan testee dalam
penlaksanaan tes, dimana testee tidak diharuskan membawa alat tulis. Testee
diminta untuk menjawab pertanyaan atau pernyataan melalui layar komputer atau
handphone. System scoring pun begitu cepat, setelah testee menyelesaikan tes,
hasil test langsung muncul dalam sekian detik saja.
Kekurangan
dan Kelebihan
Dalam bentuk yang manual, tentunya tes Iq ini
memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri menurut analisis saya, diantaranya
:
Kelebihan :
·
Secara keseluruhan,
pengerjaan secara manual memiliki eror yang akan muncul cenderung sedikit.
·
Yang bertindak sebagai
tester dapat melakukan observasi tersendiri dari cara pengerjaan atau bentuk
tulisan individu yang dites tersebut.
·
Tingkat validitas dan
reliabilitas dari tes manual cenderung lebih akurat karena dapat diperkirakan
individu yang dites masih asing atau bahkan belum pernah tau atau mencoba alat
tes manual tersebut karena tidak tersebar secara bebas.
Kekurangan :
·
Dengan bentuk jawaban
berupa tulisan, tidak jarang jawaban testee sulit terbaca atau ambigu.
·
Membutuhkan beberapa
lembar kertas dan alat tulis khusus lain.
·
Data yang didapat berupa
lembar jawaban kertas yang mudah sobek, basah bahkan hilang.
·
Soal-soal tes tidak
berwarna bahkan tidak jarang sulit terbaca karena merupakan hasil copyan dari
alat tes asli yang sudah usang.
·
Interpretasi membutuhkan
waktu yang tidak sebentar.
Dari bentuknya yang berbeda dari alat tes Iq
manual tentunya kekurangan dan kelebihan dari alat tes Iq berbasis komputer ini
akan berbeda dan memiliki perbandingan dengan alat tes Iq manual, diantaranya:
Kelebihan :
·
Tidak membutuhkan banyak
lembaran kertas atau alat tulis khusus.
·
Hasil dari tes ataupun
jawaban testee berbentuk database yang akan tersimpan pada
memori komputer.
·
Alat tes mudah dibaca
dan dengan pemberian warna namun juga tidak berlebihan.
·
Interpretasi
dilakukan oleh mesin yang bisa langsung didapat setelah melakukan rangkaian
tes.
Kekurangan :
·
Dengan mengandalkan
mesin atau software, munculnya eror cenderung banyak, timbul
dari pengguna ataupun alatnya sendiri.
·
Waktu pengerjaan
terlihat atau dimunculkan dalam program, dengan demikian kecemasan pada testee
akan meningkat saat pengerjaan yang dianggap menurunkan tingkat keakuratan
data.
·
Dari beberapa alat tes
yang berbasis komputer memiliki pilihan untuk melewati soal-soal yang menurut
testee sulit, dengan demikian takaran atau urutan soal yang seharusnya
dikerjakan berurutan menjadi berantakan dan menurunkan keakuratan data.
·
Tingkat validitas dan
reliabilitas rendah karena program seperti ini banyak disebar luaskan dan
sangat mudah untuk mencobanya berulang kali.
·
Data hasil interpretasi
tidak bisa dipertanggung jawabkan secara sah karena interpretasi dilakukan
bukan oleh psikolog atau ahlinya.
Dengan demikian dapat kita lihat beberapa
kekurangan dan kelebihan dari alat tes Iq manual dan alat tes Iq berbasis
komputer, maka kita sendiri dapat membandingkan secara singkat dari kedua alat
tes Iq tersebut.
Kesimpulan
Intelligence
Quotient (IQ) merupakan istilah berdasarkan pengelompokkan kecerdasan manusia
yang populer diperkenalkan oleh Alferd Binet. Tes IQ yang biasa dilakukan
adalah secara manual yang biasanya membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk
mengetahui hasil IQ namun dapet pula dilakukan secara teknologi komputer.
Kelebihan dari tes IQ manual adalah secara keseluruhan, pengerjaan secara manual memiliki eror yang
akan muncul cenderung sedikit, tingkat validitas dan reliabilitas dari tes
manual cenderung lebih akurat karena dapat diperkirakan individu yang dites
masih asing atau bahkan belum pernah tau atau mencoba alat tes manual tersebut
karena tidak tersebar secara bebas kemudian kekurangan dari tes IQ adalah membutuhkan beberapa lembar kertas dan
alat tulis khusus lain, dengan bentuk jawaban berupa tulisan, tidak jarang
jawaban testee sulit terbaca atau ambigu. Untuk kelebihan tes IQ berbasis
komputer diantaranya adalah tidak membutuhkan banyak lembaran kertas atau alat
tulis khusus, hasil dari tes ataupun jawaban testee berbentuk database yang
akan tersimpan pada memori komputer. Dan kekurangan tes IQ berbasis komputer
adalah waktu pengerjaan terlihat atau dimunculkan dalam program, dengan
demikian kecemasan pada testee akan meningkat saat pengerjaan yang dianggap
menurunkan tingkat keakuratan data, dengan mengandalkan mesin atau software, munculnya
eror cenderung banyak, timbul dari pengguna ataupun alatnya sendiri.
DAFTAR
PUSTAKA
Fitrianingsih, K.N.
Darmawiguna, M.I, dkk. (2015). Pengembangan Tes IQ (Intelligence Quotient) pada
Anak Usia Dini Berbasis Web. Jurnal Teknik Informatika Volume 4. (4). Bali:
Universitas Pendidikan Ganesha
Ahyuna dkk. (2016).
Perancangan Aplikasi Tes IQ Siswa untuk Pertimbangan Pemilihan Jurusan dengan
Metode Forward Chaining. Citec Journal Volume 3. (2). Makassar: STMIK
Dipanegara Makassar
No comments:
Post a Comment