hey Lika .. do not forget !

Kaulikasdachh@gmail.com

Tuesday, January 17, 2017

Sistem Informasi Psikologi


Disusun Oleh Kelompok 5:
A. A. Andini Isma                  10513814
Kaulika Shabrina D.                14513782
Luna Athina F. B                    19513690
Noer Keila Tial Lovelya          16513482
Reyhan Awaludin Z.              17513472



Analisis antara tes IQ Manual dan berbasis komputer
Intelligence Quotient (IQ) merupakan istilah berdasarkan pengelompokkan kecerdasan manusia yang populer diperkenalkan oleh Alferd Binet, seorang ahli psikologi dari Perancis pada awal abad ke-20. Test IQ kemudian dibakukan oleh Lewis Ternman dengan bantuan Binet dalam mengembangkan norma populasi. Sehingga tes IQ populer dengan istilah test Stanford-Binet (Agus, 2009).
Kemampuan kecerdasan individu untuk mengukur tingkat IQ (Intellegent Quotient) sangat digemari, terutama bagi yang ingin masuk bekerja atau masuk sekolah. Hal ini dilakukan karna kemampuan IQ manusia yang berbeda beda pada tingkatannya.
Tes IQ yang biasa dilakukan adalah secara manual yang biasanya membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk mengetahui hasil IQ, selain itu banyak peserta tes sulit memahami untuk menghitung hasil tes IQ karena cukup rumit. Pelayanan tentang test IQ kini mulai berkembang seiring semakin meningkatnya tekhnologi. Tes intelegensi kini bukan hanya dilakukan secara manual tetapi dapat pula dilakukan secara teknologi komputer. Tes IQ secara manual dianggap kurang efisien sehingga perlu diterapkan suatu system informasi berbasis mobile untuk membantu melatih kinerja otak yang lebih efektif dan efisien dan bias digunakan dimana saja.
Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Kurnianingsih (2009) yang berjudul “Aplikasi Tes IQ menggunakan Teknologi Mobile menggunakan Waterfall Model sebagai metode pengembangan sistemnya”. Hasil dari penelitian ini adalah menghasilkan kuro IQ yang dapat berperan pada emulator Eclipse dengan target AVD Android 2. Éclair dan pada smartphone Android dengan operating sistem android 2.3 Gingerbrad. Kuro IG memudahkan penggunaan untuk mengetahui tingkat kecerdasan tanpa harus melakukan tes tertulis. Tujuan dari penelitian tersebut adalah pengoptimalan pelaksanaan tes IQ dari yang dulunya lebih lambat karena bersifat konvensional menjadi lebih terkomputerisasi.
Tes IQ yang dilakukan secara manual
Test IQ yang banyak dilakukan secara tertulis atau manual. Tes ini juga dilakukan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan tingkat kecerdasan individu. Untuk melihat hasil testnya pun masih memerlukan waktu, setidaknya beberapa hari kedepan. Artinya bahwa kita tidak bias langsung mengetahui beberapa hasil tes IQ yang kita peroleh, karena masih akan diperiksa oleh tester. Untuk kemudian diumumkan hasil tesnya dalam selembar amplop tertutup.
Tes IQ berbasis Komputer
System ini dapat memudahkan testee dalam penlaksanaan tes, dimana testee tidak diharuskan membawa alat tulis. Testee diminta untuk menjawab pertanyaan atau pernyataan melalui layar komputer atau handphone. System scoring pun begitu cepat, setelah testee menyelesaikan tes, hasil test langsung muncul dalam sekian detik saja.
Kekurangan dan Kelebihan
Dalam bentuk yang manual, tentunya tes Iq ini memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri menurut analisis saya, diantaranya :
Kelebihan :
·           Secara keseluruhan, pengerjaan secara manual memiliki eror yang akan muncul cenderung sedikit.
·           Yang bertindak sebagai tester dapat melakukan observasi tersendiri dari cara pengerjaan atau bentuk tulisan individu yang dites tersebut.
·           Tingkat validitas dan reliabilitas dari tes manual cenderung lebih akurat karena dapat diperkirakan individu yang dites masih asing atau bahkan belum pernah tau atau mencoba alat tes manual tersebut karena tidak tersebar secara bebas.
Kekurangan :
·           Dengan bentuk jawaban berupa tulisan, tidak jarang jawaban testee sulit terbaca atau ambigu.
·           Membutuhkan beberapa lembar kertas dan alat tulis khusus lain.
·           Data yang didapat berupa lembar jawaban kertas yang mudah sobek, basah bahkan hilang.
·           Soal-soal tes tidak berwarna bahkan tidak jarang sulit terbaca karena merupakan hasil copyan dari alat tes asli yang sudah usang.
·           Interpretasi membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Dari bentuknya yang berbeda dari alat tes Iq manual tentunya kekurangan dan kelebihan dari alat tes Iq berbasis komputer ini akan berbeda dan memiliki perbandingan dengan alat tes Iq manual, diantaranya:

Kelebihan :
·           Tidak membutuhkan banyak lembaran kertas atau alat tulis khusus.
·           Hasil dari tes ataupun jawaban testee berbentuk database yang akan tersimpan pada memori komputer.
·           Alat tes mudah dibaca dan dengan pemberian warna namun juga tidak berlebihan. 
·            Interpretasi dilakukan oleh mesin yang bisa langsung didapat setelah melakukan rangkaian tes.


Kekurangan :
·           Dengan mengandalkan mesin atau software, munculnya eror cenderung banyak, timbul dari pengguna ataupun alatnya sendiri.
·           Waktu pengerjaan terlihat atau dimunculkan dalam program, dengan demikian kecemasan pada testee akan meningkat saat pengerjaan yang dianggap menurunkan tingkat keakuratan data.
·           Dari beberapa alat tes yang berbasis komputer memiliki pilihan untuk melewati soal-soal yang menurut testee sulit, dengan demikian takaran atau urutan soal yang seharusnya dikerjakan berurutan menjadi berantakan dan menurunkan keakuratan data.
·           Tingkat validitas dan reliabilitas rendah karena program seperti ini banyak disebar luaskan dan sangat mudah untuk mencobanya berulang kali.
·           Data hasil interpretasi tidak bisa dipertanggung jawabkan secara sah karena interpretasi dilakukan bukan oleh psikolog atau ahlinya.

Dengan demikian dapat kita lihat beberapa kekurangan dan kelebihan dari alat tes Iq manual dan alat tes Iq berbasis komputer, maka kita sendiri dapat membandingkan secara singkat dari kedua alat tes Iq tersebut.


Kesimpulan
Intelligence Quotient (IQ) merupakan istilah berdasarkan pengelompokkan kecerdasan manusia yang populer diperkenalkan oleh Alferd Binet. Tes IQ yang biasa dilakukan adalah secara manual yang biasanya membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk mengetahui hasil IQ namun dapet pula dilakukan secara teknologi komputer. Kelebihan dari tes IQ manual adalah secara keseluruhan, pengerjaan secara manual memiliki eror yang akan muncul cenderung sedikit, tingkat validitas dan reliabilitas dari tes manual cenderung lebih akurat karena dapat diperkirakan individu yang dites masih asing atau bahkan belum pernah tau atau mencoba alat tes manual tersebut karena tidak tersebar secara bebas kemudian kekurangan dari tes IQ  adalah membutuhkan beberapa lembar kertas dan alat tulis khusus lain, dengan bentuk jawaban berupa tulisan, tidak jarang jawaban testee sulit terbaca atau ambigu. Untuk kelebihan tes IQ berbasis komputer diantaranya adalah tidak membutuhkan banyak lembaran kertas atau alat tulis khusus, hasil dari tes ataupun jawaban testee berbentuk database yang akan tersimpan pada memori komputer. Dan kekurangan tes IQ berbasis komputer adalah waktu pengerjaan terlihat atau dimunculkan dalam program, dengan demikian kecemasan pada testee akan meningkat saat pengerjaan yang dianggap menurunkan tingkat keakuratan data, dengan mengandalkan mesin atau software, munculnya eror cenderung banyak, timbul dari pengguna ataupun alatnya sendiri.


DAFTAR PUSTAKA

Fitrianingsih, K.N. Darmawiguna, M.I, dkk. (2015). Pengembangan Tes IQ (Intelligence Quotient) pada Anak Usia Dini Berbasis Web. Jurnal Teknik Informatika Volume 4. (4). Bali: Universitas Pendidikan Ganesha
Ahyuna dkk. (2016). Perancangan Aplikasi Tes IQ Siswa untuk Pertimbangan Pemilihan Jurusan dengan Metode Forward Chaining. Citec Journal Volume 3. (2). Makassar: STMIK Dipanegara Makassar



No comments:

Post a Comment