Nama : Kaulika Shabrina
Npm : 14513782
Kelas :3PA09
Tugas Softskill Psikoterapi
Soal:
1. Jelaskan apa
yang di maksud dengan psikoterapi!
2. Sebutkan jenis
jenis psikoterapi yang diketahui, Jelaskan!
DEFINISI
PSIKOTERAPI
Psikoterapi
merupakan suatu alat yang efektif dalam membantu individu yang menderita untuk
meningkatkan rasa fleksibilitas, kebebasan, dan kesenangan dalam hidup mereka.
Psikoterapi membantu orang menjadi pemecah persoalan yang lebih kompeten dan
menjadi orang yang lebih adaptif. Psikoterapi juga dapat menjadi proses yang
mendukung ketika akan melalui periode yang sulit atau stres meningkat, seperti
memulai karier baru atau akan mengalami perceraian.
Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu
"Psyche" yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan
"Therapy" yang artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan. Oleh
karena itu, psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi
mental, atau terapi pikiran.
Orang yang melakukan psikoterapi disebut Psikoterapis
(Psychotherapist). Seorang psikoterapis bisa dari kalangan dokter, psikolog
atau orang dari latar belakang apa saja yang mendalami ilmu psikologi dan mampu
melakukan psikoterapi.
Psikoterapi merupakan proses interaksi formal antara dua pihak
atau lebih, itu antara klien dengan psikoterapis yang bertujuan memperbaiki
keadaan yang dikeluhkan klien. Seorang psikoterapis dengan pengetahuan dan
ketrampilan psikologisnya akan membantu klien mengatasi keluhan secara
profesional dan legal.
Psikoterapi didasarkan pada fakta bahwa aspek-aspek mental manusia
seperti cara berpikir, proses emosi, persepsi, believe system, kebiasaan dan
pola perilaku bisa diubah dengan pendekatan psikologis. Tujuan psikoterapi
antara lain:
·
Menghapus, mengubah atau mengurangi gejala gangguan psikologis.
·
Mengatasi pola perilaku yang terganggu.
·
Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian yang
positif.
·
Memperkuat motivasi klien untuk melakukan hal yang benar.
·
Menghilangkan atau mengurangi tekanan emosional.
·
Mengembangkan potensi klien.
·
Mengubah kebiasaan menjadi lebih baik.
·
Memodifikasi struktur kognisi (pola pikiran).
·
Memperoleh pengetahuan tentang diri / pemahaman diri.
·
Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan interaksi sosial.
·
Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan.
·
Membantu penyembuhan penyakit fisik.
·
Meningkatkan kesadaran diri.
·
Membangun kemandirian dan ketegaran untuk menghadapi masalah.
·
Penyesuaian lingkungan sosial demi tercapai perubahan dan masih
banyak lagi.
Umumnya psikoterapi dianjurkan bila seseorang bergulat dengan kehidupan, masalah hubungan atau kerja atau masalah kesehatan mental tertentu, dan isu-isu atau masalah yang menyebabkan banyak individu yang besar rasa sakit atau marah selama lebih dari beberapa hari. Ada pengecualian untuk aturan umum, tetapi sebagian besar, tidak ada salahnya untuk pergi ke terapi bahkan jika Anda tidak sepenuhnya yakin Anda akan mendapat manfaat dari itu. Jutaan orang mengunjungi psikoterapis setiap tahun, dan sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa orang yang melakukannya manfaat dari interaksi.
Dalam
psikoterapi, gangguan psikologis diidentifikasi secara ilmiah dengan standar
tertentu. Kemudian dilakukan proses psikoterapi menggunakan cara-cara modern
yang terbukti berhasil mengatasi hambatan psikologis. Dalam psikoterapi tidak
ada hal-hal yang bersifat mistik. Klien psikoterapi juga tidak diberi obat,
karena yang sakit adalah jiwanya, bukan fisiknya.
Psikoterapi
bukan untuk menangani orang gila (orang yang rusak otaknya). Justru psikoterapi hanya digunakan untuk menangani orang waras
yang sedang mengalami masalah psikologis, atau untuk membantu orang normal yang
ingin meningkatkan kemampuan pikirannya. Sedangkan penanganan orang gila adalah
urusan Rumah Sakit Jiwa (RSJ).
Dalam sesi Psikoterapi, Anda akan diajak
membahas dan menganalisa hambatan psikologis yang ada dalam diri Anda, kemudian
mencari pemecahannya dengan cara menerapkan metode psikoterapi yang paling
cocok. Psikoterapi hanya bisa dilakukan apabila Anda ingin disembuhkan atau
ingin berubah. Psikoterapi tidak bisa dipaksakan kepada orang yang tidak mau
dibantu.
Ada
banyak metode psikoterapi yang bisa diterapkan, diantaranya adalah
Psychoanalysis, Gestalt Therapy, Cognitive Behavioural Therapy, Behaviour
Therapy, Body-Oriented Psychotherapy, Expressive Therapy, Interpersonal
Psychotherapy, Narrative Therapy, Conditioning, Mental Imagery, Neurolinguistic
Programming, Laughter Therapy, Self Programming, Spiritual Therapy, Transpersonal
Psychotherapy, Relaxation Therapy, Forgiveness Therapy, Trance
Psychotherapy, Neurofeedback dan masih
banyak lagi. Psikoterapis yang memahami masalah Anda akan memberikan metode
terapi yang paling tepat bagi Anda.
JENIS JENIS PSIKOTERAPI
1. Psikoanalisis
Teori
psikoanalitik tentang kepribadian menyatakan bahwa setiap individu terdapat
kekuatan-kekuatan yang saling berlawanan (id, ego, dan superego) yang
menyebabkan konflik internal tidak terhindarkan. Freud percaya bahwa gangguan
psikologi disebabkan oleh konflik tersebut, yang bisasnya berawal pada masa
anak-anak dini, di mana individu tidak menyadarinya; impuls dari emosi yang
terlibat telah direpresi ke bawah sadar.
Konflik
bawah sadar antara impuls agresif dan seksual dari id dan larangan-larangan
yang dikeluarkan oleh ego dan superego dianggap Freud sebagai yang paling
penting untuk tindakan maladaptif selanjutnya.
Asumsui
penting dari psikoanalisis adalah bahwa masalah yang dialami seseorang pada
saat ini tidak dapat dipecahkan dengan baik tanpa memahami sepenuhnya dasar
bawah sadarnya dalam hubungan awal dengan orangtua dan saudara kandungnya.
Tujuan psikoanalisis adalah mengangkat konflik (emosi dan motif yang direpresi)
ke kesadaran sehingga dapat ditangani dengan cara yang lebih rasional dan
realistik.
2. Terapi Psikoanalitik atau Terapi
Psikodinamik
Mereka
memiliki kesamaam pandangan bahwa gangguan mental berakar dari konflik dan
ketakutan bahwa sadar. Ahli analisis ego (seperti Karen horney dan Heinz
hartman) memberikan penekanan yang lebih besar pada peranan ego yang rasional
dan pemecah masalah dalam mengarahkan perilaku dan dengan demikian memberikan penekanan
yang lebih lemah pada peranan dorongan seksual dan agresif bawah sadar.
Tetapi
yang masih penting adalah keyakinan ahli terapi psikoanalitik bahwa motif dan
ketakutan bawah sadar adalah inti dari sebagian besar masalah emosional dan
bahwa tillikan serta proses working through adalah penting untuk menyembuhkan
(Auld dan Hyman, 1991)
Terapi
psikoanalitik biasanya lebih singkat, lebih flekibel, dan tidak terlalu
intensif. Sesi dijadwalkan lebih jarang, biasanya satu kali dalam setiap
minggunya. Terdapat penekanan yang lebih lemah pada rekonstruksi lengkap masa
anak-anak dan lebih diperhatikan masalah yang ditimbulkan dari cara individu
sekarang berinteraksi dengan orang lain.
3. Terapi Perilaku
Terapi
perilaku didasarkan pada prinsip belajar dan pengkondisian, ahli terapi
perilaku berpendapat bahwa perilaku maladaptif merupakan cara yang dipelajari
untuk mengatasi stress dan sebagian teknik yang dikembangkan dalam penelitian
ekspetrimental tentang belajar dapat digunakan untuk mengganti respons yang
lebih tepat. Ahli terapi menyatakan bahwa, walaupun pencapaian tilikan adalah
tujuan yang penting, tetepi hal ini tidak menjamin perubahan perilaku.
4. Terapi Perilaku Kognitif
Terapi
kognitif perilaku adalah istilah umum untuk metode terapi yang menggunakan
teknik modifikasi perilaku tetapi juga memasukkan prosedur yang dirancang untuk
merubah keyakinan maladaptif. Ahli terapi mencoba membantu orang yang
mengembalikan emosional yang mengganggu, seperti kecemasan dan depresi, dengan
mengajarkan mereka cara yang lebih efektif untuk menginterpretasikan dan
memikirkan pengalaman mereka. Kompone perilaku dari terapi menjadi peranan jika
ahli terapi mendorong klien untuk membentuk jalan alternatif menguji
implikasinya.
5. Terapi Humanistik
Terapi
humanistik menekankan kecenderungan alami individu ke arah pertumbuahan dan
aktualisasi dini. Terapi humanistik membantu orang mengenali diri mereka yang
sesungguhnya dan membuang keputusannya sendiri tentang kehidupan dan perilaku
mereka. Tujuan terapi hunistik adalah mempermudah eksplorasi pikiran dan
perasaan individu itu sendiri dan membantu individu sampai pada pemecahannya
sendiri
DAFTAR
PUSTAKA
No comments:
Post a Comment